Sabtu, 12 April 2014

kunci gitar iwan fals:willy


Intro : C G F C F G C
        C G C

 C        G     F      C  F    G        C
Sianjing liar dari jogjakarta apa kabarmu
  C            Dm            F    G      C
Ku rindu gonggongmu yang keras hantam cadas
  C     G     F         C  F       G    C
Sikuda binal dari jogjakarta sehatkah dirimu
  C       Dm             F             G
Kurindu ringkikmu yang genit memaki onar

   Em    F     G    C    Em      F    G        C
* Dimana kini kau berada tetapkah nyaring suaramu

C      G     F             C  F       G        C
Simata elang dari jogjakarta resahkah kamu
C          Dm          F         G       C
Kurindu sorot matamu yang tajam belah malam

   Em     F         G        C
** Dimana runcing kokoh paruhmu
    Em       F         G      C
   Tetapkah angkuhmu hadang keruh
   
Reff :

Am                      F
Masih sukakah kau mendengar
Am                            F
Dengus nafas saudara kita yang terkapar
Am                     F
Masih sukakah kau melihat
Am                              F
Butir keringat kaum kecil yang terjerat
A#                              Am
Oleh slogan-slogan sang hati laknat
A#                              Am
Oleh janji-janji muluk tanpa bukti

Interlude : C G F C F G C 2x

Balik ke *, **, Reff 

Coda :  C G F C F G C 2x
Read More ->>

kunci gitar:bento iwan fals

E
Namaku Bento, rumah real estate
E
Mobilku banyak, harta melimpah
A
Orang memanggilku bos eksekutif
A
Tokoh papan atas, atas segalanya
  E
Asyik...!

E
Wajahku ngganteng, banyak simpanan
E
Sekali lirik oke sajalah
A
Bisnisku menjagal, jagal apa saja
              E
Yang penting aku senang, aku menang
         B           A
Persetan orang susah karena aku
B                   A
Yang penting asyik, sekali lagi
  E
Asyik...!

          E
Khotbah soal moral, omong keadilan
        A
sarapan pagiku
       E       
Aksi tipu-tipu, lobying dan upeti
        B
wow...jagonya

         E
Maling kelas teri, bandit kelas coro
       A
itu kantong sampah
      B                A
Siapa yang mau berguru datang padaku
  B
Sebut tiga kali namaku
A
Bento, Bento, Bento
  E
Asyik...!
Read More ->>

Selasa, 08 April 2014

rangkaian seri dan rangkaian paralel

Rangkaian Seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar (seri). Baterai dalam senter umumnya disusun dalam rangkaian seri.
Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara berderet (paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya merupakan rangkaian paralel. Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya
Gabungan antara rangkaian seri dan ran
Seperti pada rangkaian seri, rangkaian paralel juga mempunyai ciri-ciri khusus. Ciri-ciri rangkaian paralel yaitu:
1.      Arus mengalir melalui satu cabang atau lebih. Arus listrik yang melalui lampu 1 atau baterai 1 tidak melalui lampu 2 atau baterai
2.       Jika salah satu alat listrik dilepas atau  rusak arus listrik akan tetap mengalir melalui cabang yang lain.
Adapun sifat susunan paralel yaitu:
1.      Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber pada ujung-ujung hambatan pengganti paralelnya.
2.      Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah rangkaian individu. Arus masing-masing cabang adalah tergantung besar tahanan cabang.
3.      Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian parallel, tahanan total rangkaian mengecil, oleh karena itu arus total lebih besar. (Tahanan total dari rangkaian parallel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalam rangkaian.)
4.      Kuat arus yang melewati hambatan pengganti paralel sama dengan jumlah kuat arus yang melalui tiap komponen.
5.      Jika terjadi salah satu cabang tahanan parallel terputus, arus akan terputus hanya pada rangkaian tahanan tersebut. Rangkaian cabang yang lain tetap bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut.
Ciri-ciri rangkaian seri antara lain: Arus listrik mengalir tanpa melalui cabang. Arus listrik yang mengalir melalui lampu 1 melalui lampu 2, demikian pula yang melalui baterai 1 dan baterai 2, dan Jika salah satu alat listrik dilepas atau rusak maka arus listrik akan putus.
Kelebihan dari rangkaian seri adalah: Lebih menghemat daya yang dikeluarkan padabaterai, Pengerjaan yang singkat , dan Tidak memerlukan banyak penghubung pada penyambungan jalur sehingga hemat kabel dan saklar (hemat biaya)
Kekurangan rangkaian seri adalah: Jika salah satu komponen dicabut atau rusak maka komponen yang lain tidak akan berfungsi sebagai mana mestinya. Misalnya saja tiga buah lampu disusun secara seri, maka apabila salah satu lampu dicabut atau rusak maka lampu yang lain akan ikut padam, Nyala lampu yang satu dengan yang lain tidak sama terangnya, dan Semakin jauh dari sumber listrik maka nyala lampu semakin redup.
Keuntungan rangkaian seri adalah hemat kabel, dan rangkaiannya sederhana sehingga membuatnya pun mudah. Kerugiannya pada saat satu lampu mati, yang lain juga mati. Begitu juga pada nyala lampunya, tidak terang (redup). Energinya juga boros, karena digambarkan 1R+1R+1R. Sementara rangkaian paralel adalah 1/R+1/R+1/R.
Sementara keuntungan dan kerugian rangkaian paralel adalah kebalikan dari kerugian dan keuntungan paralel. Sedang yang disebut rangkaian rumit adalah rangkaian gabungan antara paralel dan seri. Contohnya adalah lampu di rumah

Adapun kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Misal tiga buah lampu tersusun paralel, jika salah satu lampu dicabut atau rusak, maka lampu yang lain tidak akan ikut mati.
Read More ->>

Minggu, 06 April 2014

sistem listrik otomotif

Sistem pengapian baterai konvensional
Bagian-bagian sistem pengapian baterai
*baterai
Fungsi:sebagai arus listrik.
Kunci kontak (ignition switch)
Fungsi:menghubungkan dan memutuskan arus listrik baterai ke sirkuit primer.
*kontak pemutus (breaker point)
Fungsi:menghubungkan dan memutuskan arus primer terjadi induksi tegangan  tinggi pada sirkuit sekunder.
Kondensator (condensor)
Fungsi:mencegah loncatan bunga api diantara celah kontak pemutus pada saat kontak mulai membuka.
Distributor (delco)
Fungsi:membagi dan menyalurkan arus tegangan tinggi kesetiap busi sesuai dengan urutan pengapian
Busi (spark plug)
Fungsi:meloncatkan bunga api listrik di antara kedua elektroda di dalam ruang bakar,sehingga pembakaran dapat dimulai.
Kabel tegangan tinggi (high tension cord)
Fungsi:untuk mengalirkan arus bertegangan tinggi yang di bangkitkan oleh koil melalui distributor ke busi.
Sudut Dwell
Kemampuan pengapian ditentukan oleh kuat arus primer. Untuk mencapai arus primer maksimum, diperlukan waktu pemutusan kontak pemutus yang cukup.

Sudut dwell kecil :
* Waktu penutupan kontak pemutus pendek.
* Arus primer tidak mencapai maksimum.
* Kemampuan pengapian kurang.


Sudut dwel besar :

* Kemampuan pengapian baik, tetapi waktu mengalir arus terlalu lama.
* Kontak pemutus menjadi panas.
* Kontak pemutus cepat aus.

Kesimpulan :
Besar sudut dwel merupakan kompromis antara kemampuan pengapian dan umur kontak pemutus

a. Celah kontak pemutus kecil Sudut buka kecil
( a ) Sudut Dwel besar
( b ) Kesimpulan : Sudut dwel besar ® celah kontak pemutus kecil.

b. Celah kontak pemutus besar Sudut buka besar.
( a ) Sudut Dwel kecil
( b ) Kesimpulan : Sudut Dwel kecil celah kontak pemutus besar.

Rumus menghitung Dwell :

a. Sudut pengapian 360.
b. jumlah silinder n
b. Sudut dwel 60% x 360/n

Contoh :

Menghitung sudut dwel motor 4 silinder dan 6 silinder.

Motor 4 silinder :
a. Sudut pengapian 360.

b. Jumlah silinder (n) 4

c. Sudut dwel =60% x 360/n= 54 toleransi +- 2..
*sudut dwel = 54 +- 2
= 52 – 56.

Motor 6 silinder :
a. Sudut pengapian 360

b. Jumlah silinder (n) 6

c. Sudut dwel =60% x 360/n= 36 toleransi +- 2..
*sudut dwel = 36 +- 2.
= 34 – 38.



Motor 8 silinder :

a. Sudut pengapian 360

b. Jumlah silinder (n) 8

c. Sudut dwell =60% x 360/n=
27 toleransi +- 2
*sudut dwell = 27 +- 2
= 25 - 29

disusun oleh:agung nuryanto
Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.