Minggu, 25 Mei 2014

--Kau Melebur Di Sana-- (puisi)

--Kau Melebur Di Sana--

Kau melebur di sana
Di permulaan musim gerhana
Yang terselubung aroma darah
Dan tanah yang berembun air mata

Kau melebur di sana
Kala sang surya mengelupaskan kulit kami
Hingga kawanan peluhmu yang siaga
Menghalau kepulan debu
Yang mengepung dari negeri asing

Kau melebur di sana
Saat air bah berlarian
Memanjati hamparan tanah usang
Dengan jeritan malang
Serta busung lapar

Kau melebur di sana
Saat air mata telah mengguruh menjadi telaga
Hingga timba yang kau ayunkan
Menandaskan kepingan dahaga
Yang merintih di setiap gigir luka kami

sumber:http://puisiwebs.blogspot.com/
Read More ->>

--Bangunlah Ibu Pertiwiku-- (puisi)

--Bangunlah Ibu Pertiwiku--

Kami saksikan suasana luka lara
Menerpa Ibu Pertiwi
Kami tak habis pikir
Apa gerangan engkau bersedih
Mengapa keadaanmu begitu mengkhawatirkan
begitu mencemaskan

Kami tahu kami begitu durhaka
Tak pernah berbakti kepadamu
Kerusakan, perpecahan, pertikaian,banyak kami lakukan

Dan hanyalah maaf yang dapat kami pinta
Selagi engkau masih mau menerima
Di hati kami tak ada bisikan selain minta maaf ,
Dan menyaksikan engkau bangun
Melawan keruntuhan itu 

sumber:http://puisiwebs.blogspot.com/
Read More ->>

Tangisan Mata Bunda (puisi)

Tangisan Mata Bunda 

Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang dan malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku

Seonggok Cacian selalu menghampiri mu
secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru lagi bagi anak mu

Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku
bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata pada ku
Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku

sumber:http://puisiwebs.blogspot.com/
Read More ->>

Engkau (Bunda) (puisi)

Engkau (Bunda)

Engkau mengajariku untuk menahan
Derasnya tangisan hujan
Agar selalu bersabar dalam cobaan
Dan bersimpuh sujud pada tuhan…

Engkau sebait doa yang terbentuk
Menjagaku dari kejahatan waktu
Menjauhkanku oleh sapuan debu
Yang akan membuatku terjatuh…

Engkau inspirasi dalam kehidupan
Menuntun untuk menyapu rintangan
Dengan selalu membangun keyakinan
Dan hati tercipta kesabaran…

Engkau pahlawan sepanjang umur
Keringat menjadikannya ilmu
Tangis menjadikannya cahaya petunjuk
Senja menjadikannya semangat baru…

Engkau sekumpulan awan
Tak akan menghilang oleh rembula
Kasih sayangmu adalah keabadian
Sampai nanti aku bermimpi dalam nisan…

Engkau tempat berpangku
Tempat bertahan langkahku
Tempat berbaginya segala rindu
Dan tempat untuk mengadu…

Engkau (bunda) tiada terhapuskan
Oleh derasnya terpaan lautan
Oleh amarah bumi pijakan
Selalu dihatiku dan takkan terpisahkan

sumber:http://puisiwebs.blogspot.com/
Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.